Jimat Tali Mayat
“Kalo itu memang diperlukan, kenapa enggak?”
Asih membalik badan. Menatap mata Sadam dengan tajam dan penuh kebencian. Dengan nada sinis, perempuan janda tersebut membalas, “Akang sadar gak, sih? Ketika Akang ngancem aku kayak ‘gitu, itu sama saja dengan Akang ngancem diri Akang sendiri. Akang lupa? Dengan nyembunyiin masalah itu selama ini, di mata penegak hukum, Akang telah sama-sama berbuat jahat. Menutupi kejahatan dengan sebuah tindak kejahatan. Lantas siapa yang benar di sini? Gak ada, Kang? Aku dan Akang itu sama-sama manusia berengsek!”
Hot Chapters