Birahi Liar istri Setia
Radit memulai pelan, “penting banget. Tapi saya nggak tahu, apa dia bakal datang atau malah sengaja bikin saya nunggu kayak orang bodoh.”
Gilang hanya mengangguk, mendengarkan. Angin malam mulai berhembus lembut, aroma kopi menguar dari dalam café.
“Kadang, ya Bang,” lanjut Radit, “yang paling nyakitin itu bukan ditinggalin… tapi nungguin tanpa kepastian.”
Gilang tak langsung menjawab. Ia tahu perasaan itu. Sudah pernah menunggu, pernah berharap.