Hasrat Kakak Tiri
Ia mengangguk.
Ia tidak tahu apakah “nanti” itu berarti besok, minggu depan, atau bahkan tidak akan pernah. Tapi ia memilih percaya. Karena untuk saat ini, keyakinan adalah satu-satunya jembatan yang bisa menjaga mereka tetap dekat.
Dan sore itu berlalu tanpa kepastian — hanya dua manusia di bawah atap yang sama, berbagi kehangatan teh, sama-sama menahan perasaan yang belum punya nama.