Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AKU TUNGGU DUDAMU

AKU TUNGGU DUDAMU

“Maaf, saya tidak tertarik pada Anda dan saya juga tidak ingin mendua. Sebaiknya Anda pergi sekarang.” “Aku tungguin kamu sampai duda!” sentak Sharena penuh tekad, Saka kehabisan kata-kata, dia menatap Sharena jengah lalu memejam berat. Ada apa dengan hidupnya?
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 360 kali sebagai menunggu kepastian
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Untuk BOSKU

Ibu Susu Untuk BOSKU

Pikiranku berputar-putar, tetapi aku tak bisa membiarkan ketakutan itu menguasai. Berjam-jam kami menunggu, tetapi rasanya seperti seumur hidup. Setiap kali seseorang membuka pintu, aku menahan napas, berharap ada kabar baik, berharap ada yang akan memberitahu bahwa semua sudah berakhir dan Angel selamat. Tapi waktu terus bergulir tanpa jawaban. ******
1066.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai menunggu kepastian
Baca
+Pustaka
DIKIRA MISKIN

DIKIRA MISKIN

Ini yang aku suka, langsung aksi. Sebaiknya aku tunggu dulu, siapa tahu, setelah ini banyak orang datang. Pikiranku tidak tenang karena yang dinanti tidak datang juga. Aku mulai gelisah, sebentar duduk, sebentar berdiri dan terkadang melihat ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang. Lagi lagi aku harus kecewa, meski aku sudah memberitahukan lewat aplikasi W******p, tetap saja tidak ada yang mau datang?
10105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai menunggu kepastian
Baca
+Pustaka
KETIKA SEORANG ISTRI BERHENTI PEDULI

KETIKA SEORANG ISTRI BERHENTI PEDULI

Padahal kalau gak langsung ngasih tahu jangan dulu bilang, aku gak suka kalau harus menunggu hal yang tidak pasti seperti ini. "Nanti juga kamu akan tahu, kok. Sebentar saja, harap sabar sebentar. Pokoknya kamu gak akan kecewa." Tuh, kan, aku sudah nebak pasti endingnya seperti ini. Padahal sayang sekali kalau hal baik harus ditungu-tunggu.
1026.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai menunggu kepastian
Baca
+Pustaka
Bintang Kesayangan CEO Tampan

Bintang Kesayangan CEO Tampan

Sulit bernapas. Sebuah notifikasi muncul di ponselnya. Pesan dari nomor tak dikenal: "Pertunangan itu bukan akhir. Kebenaran masih menunggu untuk dibuka. Tunggu saja dan nikmati, kamu akan terkejut ketika melihatnya." Titan mengerutkan kening. Ia membaca ulang pesan itu, kali ini dengan jantung yang berdebar pelan. Apa maksudnya?
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai menunggu kepastian
Baca
+Pustaka
Bukan Sekadar Pengasuh

Bukan Sekadar Pengasuh

Yang pastinya tidak bisa ia ucapkan secara langsung. "Kepercayaan." "Perjudian yang paling beresiko itu namanya. Untuk apa kakak menunggu sebuah janji tanpa jaminan?" "Saat kamu naik angkutan umum, apa kamu kenal sopirnya? Tapi kamu percayakan keselamatan kamu di jalanan untuk naik angkutan umum itu. Padahal kamu juga gak kenal sama sopirnya, kan? Apalagi kakak yang sudah mengenal Faiz bertahun-tahun. Kami itu saling mencintai, hanya keadaan saja yang membuat kami susah untuk bersatu. Dan Faiz akan usahakan itu. Kakak hanya diminta sabar menunggu saja."
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai menunggu kepastian
Baca
+Pustaka
Janda Tangguh Dikejar Mantan Suami

Janda Tangguh Dikejar Mantan Suami

Suara dehaman Ibu Umairah membuatku kembali menoleh padanya. Kutahu menunggu adalah hal yang menyebalkan. Apalagi menunggu tanpa ada kepastian karena seseorang akan mengakui bahwa waktu serasa berjalan lebih lambat dari biasanya. Seperti ungkapan detik serasa semenit dan semenit serasa sejam. Mata kami beradu dan aku akhirnya luluh.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai menunggu kepastian
Baca
+Pustaka
27 Hari Menanti Janji Palsu

27 Hari Menanti Janji Palsu

Sebuah tanda seru merah yang mencolok. Menatap pemberitahuan "Pesan tidak terkirim", rasa amis darah tiba-tiba meluap di tenggorokannya. "Kak Ray!" Mira tergopoh-gopoh di belakangnya dengan sepatu hak tinggi sepuluh sentimeter. Wajahnya yang dirias sempurna tertekuk menjadi senyuman sinis. "Dia sudah pergi. Kamu masih berharap wanita sialan itu akan kembali untuk berlutut dan memohon padamu?"
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai menunggu kepastian
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih

Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih

Setelah ujian nasional selesai, kami berlima teman masa kecil yang sudah sangat dekat sejak kecil, berkumpul untuk bermain permainan kekompakan. Ronde pertama, sahabatku, si Mina bertanya, “Kalau salah satu dari kita terjebak di daerah pinggiran kota tengah malam, siapa yang akan kalian selamatkan lebih dulu?” Tiga pemuda yang sejak kecil sering dijuluki sebagai calon suamiku itu tanpa ragu menuliskan nama Mina secara bersamaan. Orang-orang langsung menyoraki mereka karena terlalu kompak. Dengan wajah memerah, Mina menjelaskan, “Mungkin karena aku yang paling penakut. Jena begitu hebat, dia sama sekali nggak membutuhkan orang lain untuk menyelamatkannya.” Mereka semua mengangguk. Namun, me
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai menunggu kepastian
Baca
+Pustaka
The Sunday Sunflower

The Sunday Sunflower

Apakah terlihat terlalu jelas ia mengharapkan Radit, ia menunggu laki-laki itu? "Ada berapa banyak orang yang kamu kenal penantiannya berakhir sia-sia, Sha?" Sasha tak menjawab, sehingga Gathan melanjutkan, "Kadang, menunggu adalah cara halus supaya kita nyerah, bukan terus bertahan pada sesuatu yang gak punya kepastian. Mungkin keteguhan kamu malah membebani dia, di mana pun dia sekarang." Sasha tercenung. Apa memang mungkin Radit merasa terbebani? Apa ia memang harus menyerah. Tapi menyerah lebih sulit dari mempertahankan keyakinannya.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai menunggu kepastian
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status