TUAN MUDA YANG MENYAMAR
Akulah yang marah.
Bagaimana bisa pandanganku kini berubah? Hanya karena mendengar pertanyaan kamu yang tak sengaja kudengar menembus dinding. Kalimat kamu itu seakan kamu pun tengah menerima perlakuan paman dengan suka rela, dan membolehkan paman asal dengan hati-hati.
“Astagfirullah Junia.” Kugumamkan nama kamu, berharap menembus nalurimu agar dia tersadar dan kembali meronta atau semacamnya.