Candu Dekapan Kakak Ipar
ia mencondongkan badan sedikit, “Hanya terjadi kalau ada perasaan.”
“Tapi saya gak punya perasaan sama Mas Radja,” balas Djiwa dengan suara gemetar—namun tetap berusaha tegas.
Sudut bibir Radja terangkat miring, entah mengejek atau justru memahami. “Jangan denial,” ujarnya pelan namun menghujam.
“Kalau kamu tidak punya perasaan, kamu tidak akan semudah itu menerima setiap sentuhan saya selama ini. Kamu bahkan menikmatinya.”