PESONA MAS IPAR
Dia akan menjadi ahli waris yang berpeluang kaya mendadak, tanpa susah payah mengumpulkan uang dengan cara berhemat, dan menekan mengeluaran di sana sini hanya untuk membeli sebuah rumah.
Kata Mas Arsen, sebelum kami bertunangan, semua saudaranya sudah diberi rumah satu-satu oleh Mama. Makanya rumah ini adalah haknya. Sayangnya, ternyata dia dusta. Setelah menikah Mama banyak bercerita kepadaku, bahwa Mas Arsen juga sudah diberi rumah, namun dijual lagi entah buat apa. Lalu kembali ke rumah Mama. Jelas, status kami di rumah ini hanya sebagai penumpang saat ini. Hal ini juga sering diungkit sama Mas Ipar. Sepertinya memang nasibku yang sial.