Tafsir Waktu
Mereka tampak berwajah riang dan tertawa bahagia.
Sore itu aku menorehkan warna mimpi pada jejak-jejak kakiku menuju bar tempatku bekerja bersama seorang sahabat yang amat baik, Mario. Jalanan ramai kota tempatku tinggal, debu, bising kendaraan mobil dan kereta kuda dijalanan menemani setiap jengkal langkah kaki. Dikobarkan semangat dalam doa, menyusuri jalanan kota. Semua tampak asing, orang-orang berlalu-lalang mengejar kebisuan. Tak ada kata, semua bergegas dengan waktu. Doa dalam hati terus berbicara tentang bertahan. "Tak perlu khawatir jadi asing, tak perlu takut berada di kerumunan kota yang bising, yang terpenting kau mengenali mimpimu, mengenali dirimu sendiri," suara batinku berkat
Hot Chapters