Tak Semanis Madu
Aku kembali menggeleng, susah rasanya jika harus berbicara dalam keadaan seperti ini.
"Buk ... kan, Mbak."
"Lalu kenapa, Mbak?"
"Aku tu, mengimpikan sebuah pernikahan yang indah, minimal ada pelaminan, bunga-bunga dan banyak yang datang memberi ucapan selamat ... selamat, gitu, meski sudah janda," terangku.
Asri dan Meta pun saling memandang.
"Asri ... kamu ngetawain aku, Sri?" ucapku saat kulihat Asri mulai menutup mulutnya dengan tangan.
Sikat na Kabanata