Istri yang Kuabaikan
Sementara aku memilih kembali menarik selimut.
Baru saja masuk ke alam mimpi, badanku terasa ada yang menggoyang.
"Mas, ayo bangun! Sudah hampir subuh."
Aku menggeliat, malas sekali rasanya."Eum ... Jam berapa sih?" tanyaku ogah-ogahan dengan mata masih terpejam.
"Sudah hampir setengah lima, bentar lagi azan, ayo bangun!"
"Khem, kamu duluan aja. Nanti aku nyusul," jawabku, dan kembali meringkuk. Udara pagi membuatku benar-benar malas untuk bangun.