Kafan Hitam
Seumur hidupnya, mimpi itu adalah hal paling menyeramkan yang pernah ia alami.
Waktu masih menunjukkan pukul delapan malam, tetapi suasana Cimenyan bak dini hari. Sepi sekali, yang terdengar hanya sisa tetes hujan, juga serangga malam. Rojali mengubah posisi badan menjadi duduk. Terdengar beberapa kali pintu diketuk. Ia tercenung beberapa detik sebelum melangkah ke pintu depan. Pemuda itu mengintip dari balik tirai, menemukan beberapa orang di depan sana.
“Assalamulaikum,” sapa tamu serempak.
Bab Populer