RUMAH EYANG
Sementara Mas Mondi membawa masuk barang belanjaan kami.
"Kenapa?" tanyanya.
"Aku masih kepikiran mimpiku tadi malam. Itu tak mungkin hanya kebetulan, Mas."
"Jadi, maksud kamu, mimpi itu sebuah petunjuk?"
"Iya."
"Petunjuk tentang apa?"
Aku menghela nafas. Aku juga tak tau, petunjuk tentang apa. Hatiku hanya bilang, ada sesuatu yang tersimpan di rumah ini.
"Kamu nggak usah terlalu mikirin. Lebih baik istirahat. Kamu pasti capek," kata Mas Mondi.