Rayuan Maut Para Tetanggaku
Mimpi itu terasa sangat nyata, kalau saja suara alarm jam weker tidak berbunyi, pasti pagi ini aku bisa mimpi basah.
Setelah selesai mandi, aku sarapan roti tawar sisa kemarin, lalu buru-buru keluar apartemen menuju halte bus. Saat melewati unitnya, jantungku berdetak kencang, takutnya tahu-tahu dia nongol membuka pintu.
Gara-gara memikirkan itu, membuat bulu kudukku berdiri dan aku segera berlari menuju lift.