Terjerat Pesona Mama Temanku
Tigar berlari, mengguncang tubuh Adit yang basah oleh keringat dingin.
Adit terbangun dengan napas memburu. Matanya terbuka lebar, panik, liar. “Jangan sentuh aku! Jangan—!”
“Ini aku! Tigar! Tenang, bro! Ini kosan. Kamu aman. Udah bangun, ya?” Tigar terus membelai punggung Adit, mencoba menenangkan.
Adit memeluk lututnya, gemetar hebat. Tangisnya pecah. “Kenapa mimpi itu terus datang, Gar … Kenapa aku nggak bisa lari dari masa lalu?”