Sebatas Ibu Pengganti untuk Anak Presdir
“Ya ampun, bagaimana dia bisa tertidur dengan nyaman padahal badannya sangat bau pesing seperti ini? Apakah dia menumpahkan air seninya selama satu tahun untuk mengguyur tubuhnya? Ah, apakah dia menganggap itu sebuah ritual?”
Mata Sarah yang masih setengah tertutup langsung terbuka lebar saat menyadari dirinya menjadi pusat perhatian. Dalam kepanikan, dia berteriak, “Ada hantu! Ah, tolong!!” Sejenak, koridor yang dipenuhi bisikan berubah menjadi hening, sebelum semua orang menyadari bahwa itu hanyalah akibat mimpi buruk Sarah.
Tawa kecil pun pecah di antara kerumunan.