Sehangat Dekapan Janda Muda
Reina bangkit dari tidurnya, tersenyum lebar menatap keluar jendela.
“Aku berhasil jadi junior secretary tanpa koneksi,” ucap Reina, menangkup pipi.
“Aku harus memberitahu Kak Arka.” Reina mencari kontak sang kakak, ingin membagikan kabar bahagia ini. Tetapi, begitu ia akan mengetik pesan, jarinya terhenti. “Kalau diberitahu secara langsung, pasti lebih bagus.”
“Aku sampai lupa sarapan.” Reina bergegas turun dari tempat tidur dan langsung beranjak ke dapur. Di sana, dia hanya mengambil selembar roti kemudian mengoleskan coklat.