Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan
Dua malam di tempat itu buat dia trauma, setiap kali terpejam, wajah neneknya yang berlumuran darah muncul dalam mimpi, merangkak ke arahnya sambil menjerit, "Kenapa kamu belum balas dendam, Puspa? Kenapa kamu biarkan pembunuhku hidup? Kamu cucu nggak berguna!"
Ketakutan dan rasa bersalah menahannya dari tidur. Ia takut jika tertidur, bayangan itu akan datang lagi. Sementara di sampingnya, napas Tania perlahan tenang. Puspa menatap langit-langit, mata terbuka lebar. Ia nggak ingin bangunkan sahabatnya jadi ia hanya diam, mematung di tempat hingga fajar tiba.
Hot Chapters