Nilakandi
Badan Diwana yang panas karena tengah demam bisa merasakan dinginnya kulit wanita itu, semakin meyakinkannya bahwa semua itu bukan delusi semata.
Gadis itu tidak pergi, tidak juga berubah menjadi kepulan asap yang melenyapkan. Meskipun Diwana memeluknya erat, menyentuhnya, membelai surainya, gadis itu tetap tidak pergi, tak seperti peraturan di mimpinya. Bahkan perempuan itu barusan berbicara, padanya, pada Diwana. Begitu kira-kira isi pikiran kacau Diwana, yang kemudian dihentikan oleh rintihan seseorang yang masih erat direngkuhannya.
인기 회차