Suami Perkasa
“Kenapa kamu selalu bikin aku merasa… ini semua nyata? Padahal rasanya seperti mimpi.”
Sukma tersenyum samar, lalu mendekat. “Kalau mimpi, jangan bangun dulu.”
Kata-kata itu membuat Steve tak tahan lagi. Ia mendekap Sukma erat, mengangkat tubuhnya dengan mudah meski punggungnya masih protes. Sukma terkejut kecil, tangannya refleks melingkar di leher Steve. Mereka tertawa sebentar, lalu ciuman kembali menyatukan keduanya—kali ini lebih dalam, lebih lama, dengan lidah yang saling mencari dalam ritme penuh kerinduan.