Gairah Liar Pembantu Lugu
Ia akan menunggunya, siapa pun dia.
Namun, mata yang kelelahan tak sanggup lagi menahan berat kantuk yang menyerang. Perlahan, kelopak matanya memberat, kesadarannya memudar, dan ia pun terlelap, terbuai ke alam mimpi. Mimpi itu adalah reka ulang dari kejadian semalam, namun kali ini lebih jelas, lebih mendesah, lebih menggairahkan. Ia merasakan lagi jari-jari yang menjelajahi, sentuhan yang memantik api, tekanan yang dalam, dan sensasi penuh yang menghentak, memaksanya melengkungkan punggung, merintih tanpa suara. Kenikmatan itu, liar dan terlarang, membangunkan sisi terdalamnya yang selama ini terkunci, sisi yang haus akan dominasi dan pelepasan. Ia merintih dalam tidur, tubuhnya sedikit m
Bab Populer