Pesugihan Kandang Bubrah
“Apa yang sebenarnya sedang aku bangun?”
Ketika Arif mencoba tidur, mimpi-mimpi buruk mulai menghantuinya. Dia melihat rumahnya dalam bentuk yang lebih besar, lebih kompleks, tapi juga lebih gelap. Setiap sudutnya penuh dengan wajah-wajah familiar neneknya, ibunya, bahkan sepupu-sepupunya yang telah menjadi korban tumbal. Wajah mereka menatapnya tanpa henti, seolah menuntut penjelasan yang tak bisa ia berikan.