Pura-Pura Buta
celetuk Angel dengan bibir manyun.
"Iya, Miss. Dari tadi cuma mereka berdua saja, gerakan tangan mereka, cepat lagi," timpal Serly.
Aku tersenyum mendengarnya. Entah apa itu benar atau hanya alasan mereka saja, karena malas menjawab pertanyaan Miss sehingga menyalahkanku dan Fatih, mengatakan seolah-olah kami tidak memberi kesempatan mereka untuk ikut menjawab.
Miss. Sarah--dia adalah salah satu guru yang mengajar di kelas kami. Kami memanggilnya Miss karena di sini, ia mengajar mata pelajaran bahasa Inggris.