Without You
"A, tunggu kita pulang. Jangan ngelakuin hal bego. Ingat, jarang ada orang yang lolos dua kali dari maut!"
Erland melempar ponselnya sembarang setelah komunikasi singkat dengan adiknya. Kepalanya sangat sakit karena terlalu banyak minum. Perutnya kini bahkan terasa seperti terpanggang dalam bara api. Panas, sakit, perih. Lelaki itu menggigit bibir bawahnya menahan sakit. Ia tidak tahu siapa yang membawanya ke tempat ini—yang jelas-jelas bukan rumahnya. Semalam Erland pasti mabuk berat sampai-sampai tidak menyadari apa yang terjadi padanya.
"Sudah sadar, Mas?" Seseorang masuk, kemudian bertanya pada Erland.
Bab Populer