Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Misteri Desa Purnama

Misteri Desa Purnama

ucapku mencoba meyakinkan Bulan. Setelah berbincang cukup lama, kami pun sepakat pergi ke kebun teh di mana Bulan pernah melihat sosok hitam misterius. Namun hasilnya nihil, kami tak menemukan portal atau sejenisnya untuk pergi ke dunia lain. Hanya ada gangguan-gangguan kecil dari mereka yang mencium keberadaanku. Manusia yang diambang kematian. Julukan baruku dari si cantik Bulan. Tempat kedua yang kami kunjungi adalah hutan di samping kebun teh. Di sana tempat aku menemukan Mustika yang dibawa oleh Nenek Bhanurasmi. Lagi-lagi hasilnya nihil.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai misteri lubang buaya
Baca
+Pustaka
MISTERI RUMAH KONTRAKAN

MISTERI RUMAH KONTRAKAN

tanya Abi. "Iya, Aku didatangi makhluk gede, hitam legam kayak arang. Awalnya seperti asap hitam tipis dari bawah dipan, eh, lha, kok, makin besar," ceritanya menggebu-gebu penuh keheranan dengan mimpinya. Lantas kepalanya melongok ke bawah dipan buat memastikan di sana tidak ada apa-apa. "Emak kira tadi itu bukan mimpi, lho, Le! Waktu kamu bangunkan baru Emak sadar kalau tertidur tadi," ceritanya.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 487 kali sebagai misteri lubang buaya
Baca
+Pustaka
Misteri Hilangnya Sahabatku

Misteri Hilangnya Sahabatku

"Yang kudengar dari penduduk desa, gadis itu adalah korban si Louis. Dia kerasukan lalu bunuh diri." "Ciri-ciri kematiannya memang seperti orang bunuh diri. Tapi Sal, mayatnya udah hampir membusuk, aku melihat dengan mata kepalaku kondisi mayat itu. Aku juga menanyakan langsung pada Bu Limah kapan terakhir ia ke halaman belakang rumahnya, lalu dia menjawab dua hari, mana mungkin mayat membusuk secepat itu. Kamu ingat kan, pelajaran Biologi kemarin saat presentasi kelompok antar kelas. Bu Nisa menjelaskan dengan rinci tentang pembusukan yang terjadi pada mayat manusia," jelasku panjang lebar. "Sya... desa kita berbeda dari desa lain karena mitos yang berasal dari bangunan angker itu. Jadi kup
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai misteri lubang buaya
Baca
+Pustaka
Pulau Misteri

Pulau Misteri

Halaman-halaman buku itu terisi dengan tulisan-tulisan kuno yang terukir dengan indah, yang menceritakan tentang sejarah pulau Misteri dan rahasia yang tersembunyi di dalamnya. Mia dan teman-temannya membaca buku itu dengan penuh perhatian, mencari petunjuk-petunjuk yang mungkin mengarahkan mereka ke arah yang benar. Mereka merasa tegang dan penuh semangat, karena mereka tahu bahwa mereka sedang mendekati jawaban-jawaban yang mereka cari. Namun, saat mereka membaca buku itu lebih lanjut, mereka tiba-tiba mendengar suara aneh yang menggema di sekitar mereka. Suara itu seperti jeritan yang mengerikan, yang membuat mereka semua merinding sampai ke tulang.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai misteri lubang buaya
Baca
+Pustaka
Misteri Rumah Mewah di Perkebunan Sawit

Misteri Rumah Mewah di Perkebunan Sawit

Saat aku mengumpulkan sampah, tak sengaja aku lihat ada benda aneh, seperti tali yang dibuat sedemikian rupa dan pangkalnya mempunyai tangkai. “Kok kayak cambuk ya? Seperti yang biasa digunakan untuk pentas kuda lumping,” gumamku. Kumasukkan benda itu ke dalam plastik sampah, nanti setelah para pekerja pulang, aku suruh Mas Halid membakarnya. ** Asap mengepul membubung ke udara. Rumput-rumput kering perlahan tebakar dan lenyap meninggalkan abu. Sebentar lagi semburat jingga akan tergelincir ke ufuk barat. Tenggelam di balik rimbunnya pohon-pohon sawit di belakang rumah.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai misteri lubang buaya
Baca
+Pustaka
LEGENDA KAMESWARA

LEGENDA KAMESWARA

Penglihatannya ditajamkan ketika melihat ke dalam air dan dia pun terkejut melihat sesuatu di dasar sungai. Benar juga, di bawah sana tampak seekor buaya ukuran besar sedang mendekam. Kepalanya mendongak k atas dengan mulut terbuka. Sepertinya buaya ini sedang menunggu mangsa. Kalau begini terus akan lama untuk menyeberang. Sedangkan di antara orang-orang ini Kameswara tidak melihat rombongan Sanjaya. Kemungkinan mereka sudah menyeberang sebelum buaya ini muncul.
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai misteri lubang buaya
Baca
+Pustaka
Misteri Ular Xaver

Misteri Ular Xaver

Tubuh ibu mulai berbuih di tempat yang terkena belerang. Dia kesakitan dan berguling-guling di lantai Tante Julia datang tepat waktu, dia mengeluarkan tengkorak kecil berwarna cokelat dari kantongnya dan mulai membacakan mantra sambil mengarahkan tengkorak itu ke patung ular. Patung ular itu mengeluarkan asap dan menyebarkan bau amis yang menyengat di udara.
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai misteri lubang buaya
Baca
+Pustaka
Misteri Rumah Tua Langley

Misteri Rumah Tua Langley

katanya tegas namun suaranya hampir tidak terdengar di tengah hujan. Maya mengangguk, senyum tegang terukir di wajahnya "Siap Detektif" jawabnya dengan penuh keyakinan. Detektif Alex dan Maya memimpin tim penyelidik yang terdiri dari sepuluh orang, semua bersiap untuk menghadapi bahaya. Villa yang terletak di pantai tenggara itu menjadi pusat kegiatan malam itu. Lampu-lampu terang menerangi setiap jendela, menandakan pertemuan penting itu kini sedang berlangsung.
941 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai misteri lubang buaya
Baca
+Pustaka
Kembang Desa di Lubang Buaya

Kembang Desa di Lubang Buaya

"Kenapa kau biarkan lampu mobil itu menyala dan menyoroti langkah kita, Revan? Anak buah Darius jadi mudah mengikuti jejak kita." "Biarlah! itu lebih baik daripada berjalan di tengah rawa begini dalam keadaan gelap. Setidaknya, hewan-hewan yang tiba-tiba tersorot bisa menghindar menjauh, kecuali buaya sih." "Apa di sini ada buaya?!" tanya Wina khawatir sembari matanya awas memperhatikan kiri dan kanan. "Revaaaan! berhenti kau!"
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai misteri lubang buaya
Baca
+Pustaka
Aku Milikmu, Tuan Arsya!

Aku Milikmu, Tuan Arsya!

tanyanya tiba-tiba. Arsya tersenyum misterius. “Itu.” Ia menunjuk ke arah sisi lain area penangkaran. Amira mengikuti arah telunjuk itu. Kakinya terasa berat saat melangkah. Arsya bahkan menarik tangannya agar berjalan lebih cepat. Begitu tiba di depan kolam besar yang bersih dan berpagar tinggi, Amira kembali membeku. Di dalam air yang jernih, terlihat empat buaya albino berjemur di atas batu buatan. Kulit mereka pucat, hampir keemasan di bawah cahaya lampu.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai misteri lubang buaya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status