Obsesi Kakak Tiri Mafia
Lyra memejamkan mata sejenak, mengembuskan napas perlahan, lalu kembali menegakkan wajahnya yang dipasang sekeras batu, menolak menunjukkan kelemahan di depan publik.
Kael menurunkan mikrofon, menyerahkannya pada pelayan, lalu berjalan turun. Alih-alih menjauh, langkah kakinya kembali mengarah lurus ke tempat Lyra berdiri. Kali ini, ia membawa sebuah gelas kristal pendek berisi cairan berwarna amber pekat.
"Kamu melewatkan bagian terbaik dari pesta ini, Saudara Tiri,"ucap Kael. Pria itu menyodorkan gelas pendek tersebut ke depan dada Lyra dengan wajah tak berdosa.