LUKA DI TEPI HATI IBU TIRI
Melihat senyum itu, Revalina menganggap bahwa dia sudah diterima oleh Gina tetapi nyatanya ada sesuatu yang membuat Gina bersikap seperti itu.
"Gina, Galih, kalian kok pulangnya cepat banget. Bukannya kata papa, kalian pulangnya sore?" balas Revalina.
"Astaga, jadi ibu tiri tidak ingin kami pulang cepat-cepat?" tanya Gina mengernyitkan alisnya.
"Oh bukan ... bukan begitu," Revalina menggeleng.
"Oh iya, tidak usah banyak bicara, aku punya kejutan untuk ibu tiriku yang tidak tercinta!"
Hot Chapters