Gairah Saudara Ipar
"Kau masih punya aku. Mungkin bukan lagi sebagai kekasih, bukan sebagai siapa-siapa… tapi aku tetap akan berdiri di belakangmu. Sampai akhir, Mona. Aku janji."
Suasana hening sesaat.
Hanya suara hujan yang terus mengguyur di luar, bersamaan dengan isak tertahan dari dua jiwa yang sama-sama hancur tapi masih mencoba bertahan.
Mona menghapus air matanya perlahan. Dia tersenyum tipis, meski wajahnya penuh kesedihan.
"Terima kasih, Andri… Aku tidak tahu apa jadinya aku tanpamu."