Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Vila Melati

Vila Melati

Menurutku dia tak bisa memilah, yang mana cinta dan yang mana nafsu. Hari paling nahas sekaligus titik balik, terjadi di suatu malam keramat yang sering disebut Malam Satu Suro. Di bawah kendali mistisnya, aku dituntun menuju sebuah vila di daerah Pasuruan.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai monte cristo
Baca
+Pustaka
Mainan Baru Tuan Montevista

Mainan Baru Tuan Montevista

Bau wiski dan asap rokok yang entah dari mana menempel tajam di pakaianku, dan sakit kepala berdenyut-denyut seperti genderang perang di pelipisku. Aku melangkah masuk ke portico mansion. Suasana pagi hari di Montevista biasanya dipenuhi hiruk pikuk pengawal, asisten, dan aroma kopi mewah. Pagi ini, mansion itu hening, sunyi, dingin, dan mematikan.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai monte cristo
Baca
+Pustaka
Selìni

Selìni

Jelas sekali dirinya hafal di luar kepala wilayah tersebut. Sesampainya di sebuah goa berukuran sedang yg lokasinya agak tersembunyi, karena berada di antara dinding tebing dan pohon akasia yg rimbun– tepat di sebuah goa yg terbuat dari granit berwarna gelap, pandangan gadis itu bergerak memastikan sekitar tidak ada yg mengikuti. Selepas sudah yakin ia pun masuk ke sana. Di salah satu ujung cabang, ada pintu mahoni dipasang kokoh. Warnanya menyatu dengan dinding granit sehingga harus memfokuskan pandangan terlebih dahulu agar benar-benar melihatnya.
901 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai monte cristo
Baca
+Pustaka
Chandra

Chandra

omel Rain Melihat Rain mengomel, Chandra akhirnya menurut. Rain terlihat benar-benar kesal, meski Chandra tak tau apa penyebabnya. Padahal Chandra hanya ingin mengenalkannya pada pohon yang ia beri nama 'Rachan'. Pohon tempat Rain membantunya dulu.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai monte cristo
Baca
+Pustaka
Prabu

Prabu

pintanya. “San...” Prabu tak sanggup meneruskan kalimatnya. “Hahahaha, lihat wajahnya itu. Heh, pecundang! Memangnya siapa yang disini mau berteman dan dekat dengan kasta terendah?” ejek Bagas. “Salahkan ibumu yang hanya bekerja sebagai pembantu dan hidup miskin,” sahut Jun. “Heh sialan! Gara-gara kamu aku harus membayar satu juta ke Santi. Kenapa pecundang sepertimu mudah jatuh cinta, hah!” teriak Adi.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai monte cristo
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status