Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Miss Montok

Miss Montok

“Makanya kalau bawa makanan, jangan ditawarin terus ke dia. Ntar tambah bulet!” Rasanya mau marah, tapi memang kenyataan. Kalau mau berpikir positif, masih untung aku dijuluki 'Miss Montok'. Soalnya konotasi 'montok' lebih cenderung ke padat berisi, daripada 'gendut' yang terkesan melecehkan.
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 521 Times as monyetnya dora
Read
+Library
Pemalas Penantang Dewi

Pemalas Penantang Dewi

Ken bisa melihat adanya emosi yang membara dalam diri yang sangat tergambar pada ekspresi wajahnya, mereka sudah terlihat seperti gunug berapi yang siap meletus kapanpun. “Braaaggkk! Apa-apaan monster monyet itu, dia bisa menggunakan segala teknik dan bisa menyerang dan bertahan secara bersamaan menggunakan kaki dan tangannya, pergerakannya juga sangat lincah dan sulit ditebak,” jelas Yuna yang meluapkan emosinya. “Tuan, bagaimana monster monyet itu bisa sekuat itu? padahal dia ada di tingkat merah cerah, tetapi serangan dan pergerakannya sangat tidak masuk akal,” tanya Yuna.
105.3K viewsCompletedAdded to Library 176 Times as monyetnya dora
Read
+Library
Throne of Blood : System

Throne of Blood : System

Meski ada cipratan darah para monster yang dibunuh di sana. "Tidak mungkin Miss U jelek. Bibirnya merah dengan dagu yang mulus, dia pasti cantik," sambung Flyor menduga-duga. Di sisi Xora, Xora menukar semua core monster yang dia dapat menjadi poin distribusi. Total poin distribusi yang dimiliki Xora adalah 23. Total itu masih digabung dengan poin yang kemarin Xora sisakan. "Tampilkan biodata," ucap Xora.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as monyetnya dora
Read
+Library
Selubung Memori

Selubung Memori

“Atas. Arah jam dua.” Yasha menyorot arah itu. Sungguhan. Satu monyet di dahan. Aneh melihat monyet keluar malam seperti ini, tetapi itu memang yang terjadi. Dia di sana. “Monyet biasanya tidak sendiri,” cetus Dalton. “Berapa banyak?” “Sembilan—” Lalu aku menghitung lagi. “Mungkin sebelas.” “Biarkan saja,” kata Haswin. “Selama mereka tidak ganggu.”
1019.3K viewsOngoingAdded to Library 693 Times as monyetnya dora
Read
+Library
Mata Elang

Mata Elang

Suasana tegang itu masih berlangsung, penghulu yang ada disana juga masih menyaksikan sampai lupa tujuannya datang di acara Anthony hari ini. Airmata Vanya mengalir deras, memalingkan muka tidak kuat untuk melihat kedua orang tuanya. Hatinya masih keras sampai tangannya disentuh oleh Dylano dengan tinggi hampir menyamainya. “Kak Vanya apa kabar? Dylano merindukan kakak,” ungkap Dylano yang menggenggam tangan Vanya. Anthony melepas rangkulannya, dia membantu Sonya untuk berdiri. Kemudian Sonya berjalan menuju Murti yang masih bertahan dalam posisinya berlutut, meski Anita dan istrinya memintanya berdiri.
108.1K viewsCompletedAdded to Library 211 Times as monyetnya dora
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status