Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mopping Your Heart

Mopping Your Heart

goda Justin. "Berani macam-macam, aku akan membunuhmu saat ini juga!" hardik Vano. Suara merdu Khanza memang berhasil menghipnotis semua pengunjung cafe. Merdu sekali dan membuat Justin dimabuk kepayang. Suara lembut Khanza juga mampu membuat cinta di hati Vano semakin membesar. "Khanza, entah mengapa … saya jatuh cinta denganmu. Saya ingin kamu menjadi sebagian dari hidupku, Khanza." gumam Vano dalam hati, dengan mate terus saja tertuju kepada Khanza.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as mr hopps
Read
+Library
Mistpouffer

Mistpouffer

Namika meraba lehernya dan menyadari jika Aruna akan memberikan tanda baru di lehernya sebelum tanda yang lain menghilang. “Bakal lebih masuk akal kalau Arjuna yang punya hobi kayak gini. Dia itu harimau, mamalia kayak gitu pasti suka gigit-gigit. Kamu yang siren kok malah gini sih?” tanya Namika.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as mr hopps
Read
+Library
Hello, Hot Papa!

Hello, Hot Papa!

Tentu saja, Reisqa merasa iba dan menanyakan apa yang terjadi dengan anak itu. "Ada apa? Mengapa kau menangis di sini?" tanya Reisqa. Anak kecil itu kemudian mengucapkan bahwa ia tertinggal oleh ayahnya. Ia tidak tahu jalan pulang. Reisqa duduk di sebelah anak itu. Ia kemudian bertanya siapa nama anak itu, di mana ayahnya tinggal, dan siapa nama orang tuanya. "Namaku Kirana. Apa engkau ibu peri yang ada di dalam mimpiku?"
104.2K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as mr hopps
Read
+Library
Her Lips

Her Lips

Itulah prinsip yang dianut oleh Stanley Moore. Stanley terus mendengarkan percakapan Tiffany di telepon genggamnya. Menatap sangar kearah Tiffany melalui kaca spion dalam mobilnya. Awalnya, ia ingin mengurungkan niat jahatnya, namun semuanya mendadak berubah ketika Tiffany menyebut nama Max. Hal itu membuatnya kalap dan sengaja membanting setir kearah jurang, sementara dia, melompat sebelum akhirnya taksi itu meledak begitu saja.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as mr hopps
Read
+Library
Hello to Papa

Hello to Papa

Ia masuk dan langsung duduk di depan kakek. "Kakek! Pesen kopi pahit satu!" ujarnya. "Mau kopi buat sesajen?" Lelaki itu berdecih pelan, "buat ngepet, Kek! Nanti malam, lumayan ngasih yang liar kopi siapa tahu capek lari gegara kepergok warga." Mereka tertawa. "Dasar!!" kakek pun tertawa. Bella menoleh sebentar, ternyata kakek Pion orangnya humoris. Bella tidak perlu was-was dan berpikir negative tentangnya.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as mr hopps
Read
+Library
MOIROE

MOIROE

"Jadi kau sebenarnya Lakhesis? Salah satu dari Moiroe?" Evander bertanya sembari meluangkan waktu untuk terus mengamati gadis yang tengah duduk di hadapannya dengan gaun merah tua, dan juga seekor kelinci dewasa tengah tertidur di pangkuannya. Telapak tangannya terus membelai tubuh kelinci dengan lembut. Isaura baru saja mendapati kelinci ini berlarian di antara bunga-bunga di tamannya ketika ia baru kembali dari Pack Sethmolf, jadi ia memutuskan untuk menangkapnya.
1026.1K viewsCompletedAdded to Library 522 Times as mr hopps
Read
+Library
Kiki's Journey

Kiki's Journey

Membalas beberapa pesan singkat untuk beberapa orang yang menghubungiku. Eh, siapa ini? Sebuah nomor tanpa nama mengirimi text, “Hai.” ke ponselku juga. Seekor anjing berjenis pug dengan warna putih abu-abu sedang menjulurkan lidahnya menjadi foto profil orang itu, membuatku mengernyitkan dahi. Aku tak bisa menebak siapa. “Siapa?” jawabku. Terlihat tanda text sudah dibaca, tapi tak ada balasnya. Sesaat kemudian nomor itu menghubungiku.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as mr hopps
Read
+Library
Four Moons

Four Moons

Bu Aliyah tersenyum dengan penuh keramahan ke arah Hani. Hani memang terlihat masih seperti anak kecil, meski usia sebenarnya adalah 18 tahun. Namun, karena Hani memiliki gestur yang canggung dengan badan yang kecil, Hani jadi tidak terlihat seperti usia sebenarnya. Maka dari itu, orang-orang di sanggar yang mengenal Hani, selalu menganggap dan memperlakukan Hani seperti anak kecil.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 144 Times as mr hopps
Read
+Library
Honey Baby

Honey Baby

Ucapnya kemudian. Aku melenguh. Berusaha percaya atas kata-kata yang Roger sampaikan. "Baiklah, terus kenapa muka Daddy seperti itu setelah bertemu dengan Dokter? Apa yang Daddy sembunyikan?" Tanyaku penasaran. Roger hening dan hanya menatap netraku. Aku menunggu jawabannya sambil menikmati netra Roger yang terus mengajakku bermain. "Violla terkena HIV." Balasnya kemudian. ***
1046.4K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as mr hopps
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status