PRAMESWARI
"Mbak Honey,"
"Ya, Ga?"
"Makasih ya, Mbak?"
"Untuk?"
Giga terdiam sejenak, memikirkan jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan Mbak Honey tadi. Nggak mudah bagi Giga, karena dia tahu, Mbak Honey bukan wanita bodoh yang terlalu mudah mempercayai kata-kata dan janji manis. Terlebih, setelah akhirnya dia menikahi Peony---meskipun atas permintaan Mbak Honey sendiri---tapi dia merasa, itulah bukti ketidak setiaannya. Jadi, sejak saat itu, dia lebih hati-hati berlipat-lipat jika berbicara tentang mereka berdua. Jangan sampai Mbak Honey berpikir, setiap kata-kata dan janjinya hanyalah sebatas uap air panas semata-mata.
Hot Chapters