Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS

RAYUAN PANAS MODEL ANTAGONIS

Laki laki yang awalnya hanya ingin dia manfaatkan tapi malah mendukung sepenuhnya untuk semua yang dia lakukan "Jika mereka sampai melukai ku, bukannya kamu akan langsung menghabisi mereka? " to be continued
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai muka antagonis
Baca
+Pustaka
Suamiku yang Perkasa

Suamiku yang Perkasa

Swoosh! Mata Archfiend Antigonus berubah menjadi merah darah dan dia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Namun, kemarahan di hatinya semakin kuat. Dia telah menunggu perang terlalu lama dan dia tidak akan membiarkan dirinya dikalahkan. Jenderal Grunt berlari ke Sembilan Kaisar Langit dan berkata, "Yang Mulia, musuh telah dikalahkan sepenuhnya. Ini saatnya kita untuk melawan!"
8.57.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158.4K kali sebagai muka antagonis
Tampilkan Ulasan (2480)
Baca
+Pustaka
Natalie
Kok bisa yang istri2 Darryl setiap melahirkan bukanlah anak biologis Darryl dan selalu anak dari orang lain. Darryl kena Karma setelah menghamili Monica dan kena Karma. Sekarang Lady Denise istri melahirkan anak hasil perzinaan dengan pelayan. Alih2 dapat hadiah istri Lord Kenny sbg permintaan maaf.
Raka Abqary
blm jg kelar 1 msalah muncul 5 mslah scra brsmaan..jdinya bingung mw di bwa kmna arah tjuan crtanya.jg daril sprtinya gk prnh fokus sma tjuannya,ap dia pelupa atau teledor?trllu asyik sma dunia sndri,shingga mudah lupa sma ap yg hrs dia lkukan sblmnya.crtanya jg trllu mmberatkn daril,gk ad hri tnang
Baca Semua Ulasan
Rainkarnasi Jiwa Pengembara: Kehidupan Setelah 10000 Tahun

Rainkarnasi Jiwa Pengembara: Kehidupan Setelah 10000 Tahun

Wilayah Laut Mati. Seorang pria paruh baya, dengan jubah mewah yang kini sobek dan kotor, tampak berantakan. Ekspresinya suram dan dipenuhi kemarahan yang membara. Itu tak lain adalah Mu Xiong, Kepala klan Mu, dan ia sedang berdiri di tengah medan pertempuran yang kacau, dikelilingi oleh batu karang hitam dan langit yang suram.
9.820.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 698 kali sebagai muka antagonis
Baca
+Pustaka
Gelora Cinta Sang Mafia

Gelora Cinta Sang Mafia

Matanya menatap kosong ke langit-langit, penuh pikiran yang tak bisa ia kendalikan. Bayangan wajah Dimas kembali muncul di benaknya, mata tajam itu, senyum menyebalkan penuh kelicikan, dan ancaman yang menggantung di setiap kata yang ia ucapkan. Dimas bukan orang biasa, dia bukan lelaki yang tahu kapan harus berhenti. Ia adalah mafia, sama seperti Raka dan Antoni, tapi yang membedakan adalah niat dan tujuan.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai muka antagonis
Baca
+Pustaka
Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas

Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas

Sekarang Lingga yang berucap, Queen berdecih tidak sudi. "Lihat deh, Queen jadi gila!" "Benar-benar psikopat!" "Namanya juga antagonis, pasti udah biasa lakuin hal ini." "Gue yakin yang nyelakain Anjani adalah Queen." "Aaaa, kasihan pangeran Zayn gue." "Woy! Lepasin Zayn gue." "Dia gila!" Dan masih banyak lagi yang mengumpati Queen, tapi orang yang di umpati tidak peduli sama sekali. Bukankah mereka selalu bilang ia antagonis? Dan sekarang ia akan tunjukkan cara bermain antagonis yang sesungguhnya.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai muka antagonis
Baca
+Pustaka
Invitasi

Invitasi

"Jadi, siapa yang mau menjelaskan apa yang sedang terjadi?" Mika bertanya pada Adien dan Tami. Begitu pintu dibuka, Adien merapat pada Mika dan Rania. Ia terlihat begitu ketakutan. Tami yang berdiri pada jarak lima langkah dari mereka merasa telah menjadi seorang antagonis yang menyedihkan. Antagonis yang bahkan tidak tahu telah melakukan kejahatan apa.
9.910.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai muka antagonis
Baca
+Pustaka
Lelaki Pemalu dan Calon Dokter

Lelaki Pemalu dan Calon Dokter

Seseorang di dalam sudah berdiri memegang parang siap melawan. “Oh, jadi kamu sudah siap-siap? Kamu sadar akan diringkus?" Sigap Alqi maju secepat kilat menendang parang yang dikibaskan itu. Kini posisi seimbang tanpa senjata. Alqi melayani permainan pelaku bernama Muktar itu. Ia terus menyerang membabi buta Alqi penuh emosi. Matanya merah. Permainan jelas tak seimbang, lelaki itu mulai lemah.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai muka antagonis
Baca
+Pustaka
Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

“Dan semuanya, akan datang dari tangan-tangan paling kotor di kota ini.” Bagi Valeriana, krisis ini bukanlah akhir. Ini adalah awal. Awal dari aliansi paling tak terduga dalam sejarah Duchy Vallas, kerja sama antara seorang Duchess elegan dan para penguasa pasar gelap. “Kali ini,” ucapnya santai, “kita akan menjadi mafia untuk sementara.” “Ma–mafia, Nyonya?” tanya Anna dan Lucas bersamaan, kebingungan mendengar istilah asing itu.
9.936.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai muka antagonis
Baca
+Pustaka
Terbangun Di Dalam Tubuh Antagonis Pemalas

Terbangun Di Dalam Tubuh Antagonis Pemalas

Walaupun ibunya meninggal karena melindungi majikan kecilnya itu sampai akhir hayatnya, dia tidak merasa dendam pada keluarga itu, karena keluarganya sudah turun temurun menjadi abdi setia, keluarga Ibunya Putri Maria. Di sisi lain, Ariana tahu tidak umum melihat pelayan duduk satu meja dengan majikannya, tetapi dia menjunjung tinggi kesetaraan. Senyum tipis terukir di bibirnya 'Yah, mulai sekarang aku akan memainkan peran antagonis dengan baik.' bisiknya di dalam hati, saat melihat kedua pelayannya tampak gentar. Di novel aslinya pun Maria memang berlaku sewenang-wenang, jadi dia hanya ingin mendalami perannya.
305 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai muka antagonis
Baca
+Pustaka
Neraka untuk Maduku

Neraka untuk Maduku

oceh Bunda. "He em, Azab ini," timpal Ibu keceplosan, "Ehh, maksudmu azab apa? Sembarangan kalau ngomong." "Ya, azab pelakor lah, perusak rumah tangga orang," teriak Bunda. Pertengkaran kembali terjadi, tanpa perduli Indah yang kesakitan. "Mas, ambilin lidah buaya di teras," pintaku ke Mas Aris, pria itu mengangguk dan bergegas, tak berapa lama dia kembali dengan tanaman lidah buaya di tangannya.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai muka antagonis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status