Jagad dan Selaras
"Karena Simfoni Hitam bukan musuh kalian, Jihan. Simfoni Hitam adalah bagian dari kita. Adrian hanyalah manifestasi dari rasa sakit yang gagal aku sembuhkan. Dan sekarang, bahaya yang sebenarnya telah bangkit dari bawah dasar samudera, bukan dari puncak gunung ini."
Tiba-tiba, bumi bergetar hebat. Kali ini getarannya bukan dari *The Thunder Drum*, melainkan dari seluruh planet. Di layar monitor Kael yang masih aktif, terlihat titik merah raksasa muncul dari Palung Mariana.
"Sesuatu telah bangun," bisik Kael. "Dan itu bukan buatan manusia."
Ardi menatap ke arah langit. "Konduktor Nol telah memanggil *The Great Silence*. Dan kalian adalah satu-satunya orkestra yang tersisa untuk menghentikanny
Hot Chapters