Hayu
Rasanya seperti ada bom hirosimi yang meledak di hatinya, menghancurkan dan meluluh-lantakkan hatinya menjadi serpihan-serpihan yang entah bisa di satukan lagi atau tidak.
“Baik, Bu. Saya akan pulang. Terima kasih,” ucap Hayu. Dia hendak menyalami Bu ayu dan berpamitan. Namun tangannya yang terulur itu diabaikan begitu saja.
“Tangan saya sudah bersih, Bu. Saya menghormati ibu sebagai orang tua, bukan Mami dari kekasih saya, jadi terimalah uluran tangan saya.”
Bu ayu tak bergeming, mengalihkan pandangannya. Hayu mengambil tasnya dan keluar meninggalkan rumah keluarga Adibrata, rumah mewah dengan neraka di dalamnya.
Hot Chapters