Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bosku, Mantanku!

Bosku, Mantanku!

“Gue masih ada stok cokelat dua puluh batang di rumah. Lagian enek juga lama-lama makan cokelat tiap hari.” Teman kelasku menyengir senang mendapat rezeki nomplok. “Kalo gitu makasih deh, cokelatnya. Tapi lo terima, nih, kertas suratnya. Nempel di bungkus cokelat soalnya, gue gak enak buangnya.” Aku menerima secarik kertas dengan tulisan tangan yang sering kulihat satu bulan belakangan ini. Disitu tertulis jelas nama Mahesa Bagaswara ditulis dengan huruf kapital membuatku penasaran dengan wajah aslinya.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai manga boku no hero tamat
Baca
+Pustaka
Ranjang Panas Tuan Saga

Ranjang Panas Tuan Saga

Tatapan Saga berubah penuh darah. Tulang jarinya bergetar menahan amarah. Dia meraih bahu Lio dan menghantamkan tinjunya ke dada pria itu. BUGH! Lio terpental ke dinding. Dia merasakan organ dalamnya seakan pecah. Darah muncrat dari mulutnya sebelum penglihatannya menggelap. Saga tidak berhenti. Dia menendang, menginjak lengan Lio. KRAK.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai manga boku no hero tamat
Baca
+Pustaka
Salah Melamar

Salah Melamar

Begitupun dengan ia yang tampak menggaruk kepalanya tak jelas. Mas Ammar memberiku buku yang sama dengan buku dari Kang Dewa. Sebuah cover indah bergambarkan anime wanita cantik dan berjudul Khadijah. “Aku harap kamu gak marah untuk ini semua?” “Marah untuk?” Ia tersenyum. Seperti itulah, kalau diberi lemparan pertanyaan. Bukannya dijawab tapi disuguhi dengan senyuman. Kalau tidak seperti itu, ia akan menjawabnya dengan lemparan pertanyaan baru.
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 792 kali sebagai manga boku no hero tamat
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

Namun, sisi egois Rahman selalu saja menang. Dia tak tahu bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Sari. Yang pasti, Rahman tidak mau sampai Ayu tahu kelakuan bejadnya. "Kaki Ambu kan sering sakit. Kalau pakai obat dari apotek kan hanya pereda. Ini obat langsung dari dokternya. Ambu minum, ya. Nanti kalau habis, telepon Ayu saja. Biar Ayu kirim lewat ekspedisi," papar Ayu, lalu membawa buah manggis ke dapur untuk dihidangkan.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai manga boku no hero tamat
Baca
+Pustaka
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

kataku, membayangkan warna-warni bunga bermekaran di halaman. Kami melanjutkan diskusi tentang taman, membayangkan bagaimana cara menata kebun kecil di luar rumah. Livia menggambarkan bagaimana dia ingin menciptakan sudut baca di bawah pohon besar yang ada di halaman. “Kita bisa meletakkan kursi malas dan meja kecil. Bayangkan membaca di sana dengan secangkir teh,” katanya, wajahnya bersinar dengan imajinasi.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai manga boku no hero tamat
Baca
+Pustaka
Menikahi CEO Philophobia

Menikahi CEO Philophobia

ucapnya sembari menyodorkan benda pipih berwarna hitam kepadaku. "Ini kartu namamu?" Aku membaca seksama yang tertulis di kartu berwarna hitam dengan tinta abu-abu bertuliskan namanya. Gavin Narendra Tama. "Ya. Hubungi aku jika kau berubah pikiran. Sekarang bersiaplah, aku akan antar kau pulang."
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 455 kali sebagai manga boku no hero tamat
Baca
+Pustaka
Dandelion, Wish, and Wind

Dandelion, Wish, and Wind

“Baik.” Sementara Ryu keluar, Izumi melangkah menuju rak yang berisi kumpulan manga milik Ryu. Izumi melihat-lihat judul manga yang ada di sana. Sebagian besar tak ada yang dia ketahui, karena dirinya memang lebih sering membaca novel. Dia melihat volume lanjutan dari manga yang dipinjamkan oleh Ryu juga ada di sana. Karena kesibukannya di sekolah, Izumi belum sempat meminjam lanjutan dari serial manga Moriarty. Bahkan manga yang saat itu Ryu pinjamkan belum habis dia baca dan masih tersimpan rapi di kamarnya.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai manga boku no hero tamat
Baca
+Pustaka
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Aku segera mengambil minuman sereal kemasan untuk ku seduh, tak lupa pula kuseduh teh untuk Mas Rahman. "Ri, kueh bawa sini, enak tuh buat temen ngopi!" Mas Bambang menunjuk mika yang didalamnya ada kue. "Nah, begini aja udah asik, kok!" Mas Bambang mengambil sepotong bolu karamel dari mika. "Weh, asyik ngopi sama makan kueh! Dek, bikinin teh pait aja, ya! Perutku agak kembung!" pinta Mas Rahman.
7.840.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 936 kali sebagai manga boku no hero tamat
Baca
+Pustaka
Kultivator Surgawi

Kultivator Surgawi

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Boom boom boom!
1037.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 820 kali sebagai manga boku no hero tamat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status