Terpaksa Jual Diri
Meskipun berat, aku menghela napas panjang sebelum akhirnya mengangguk setuju.
Berteman saja dulu, sepertinya memang tidak masalah. Mungkin ini kesempatan untuk membuka hati kembali, sedikit demi sedikit.
Mommy tiba-tiba memelukku erat. Pelukannya hangat dan menenangkan, seperti pelukan yang selalu kurasakan sejak kecil. Aku bisa merasakan getaran lembut dari tubuhnya. "Terima kasih, ya? Mommy sayang banget sama kamu! Kamu satu-satunya yang Mommy miliki di dunia ini." Suaranya lirih, penuh kelembutan, namun tersimpan kesedihan yang begitu dalam, mengintip dari balik kata-kata penuh kasih sayangnya. Aku bisa merasakannya.