ISTRI KEDUA KU
"Tuhan Maha Penerima taubat, Mas. Taubat yang benar-benar dari hati. Serta berjanji tidak akan kembali ke jalan yang sesat! Kalau kamu benar-benar ingin bertaubat, Mas Lukman akan membimbingmu, Mas!"
"Lukman? Apa hubungannya dengan Lukman, Fi?" tanyaku, tidak mengerti kenapa harus melibatkan Lukman.
Fidelya terlihat menghela nafasnya. "Mas Lukman dan Nabila yang sudah membantuku, dan akhirnya aku tahu semua, tentang siapa Anjani!"
Mataku membulat. "Ba-ba-gaimana—mungkin?" tanyaku tak percaya.