Dia, Adnan.
"Di ruang lukisnya non. Iya Tuan belum makan, mau tawarin takut ganggu, soalnya kalau udah fokus sama kegiatannya sebisa mungkin gak boleh diganggu."
Lagi, Fathia hanya menganggukan kepalanya, ia terus melahap makanannya dengan khidmat. Entah memang teramat lapar atau mungkin bawaan hamil, ia baru menyadari jika makanannya sudah habis, tetapi ia masih merasa lapar. Padahal porsi makannya masih sama, dari dulu selalu segitu, dan pada akhirnya ia harus mengisi kembali piringnya. Mungkin seharusnya ia memang harus menambah porsi makannya karena sedang hamil, karena janinnya juga membutuhkan asupan nutrisi. Tentu saja itu hanya perkiraannya, bukan berdasarkan pengetahuan yang ia cari tahu.
Bab Populer