Petaka Puber Kedua
Kulihat Nabil tersipu, sementara adik-adiknya mulai menggodanya.
"Ciee, berarti nanti Ibra punya dua kakak perempuan," ungkap Ibrahim, putra ketigaku.
"Duh, selamat ya, Kakakku tercayang! Sin, berarti nanti aku panggil kamu kakak, ya?" timpal Fitra menggoda kakaknya. Sementara Sintya hanya tersenyum simpul sambil menunduk.
Meski hatiku kacau, aku tetap berusaha bersikap biasa saja. Aku tetap berusaha tersenyum dan terlihat bahagia ketika Dina mengajakku untuk mempersiapkan pernikahan Nabil dan Sintya.
Hot Chapters