Menantu Tegas, Ipar Panas, Mertua Lemas
kataku lagi dengan amat sangat tegas.
Saat melihat Wak Nurma hendak menyela ucapanku, aku langsung mengangkat telapak tanganku.
"Uwak pati mau bilang, 'itu tanah nenekmu, dan kebetulan suratnya atas nama Ibumu!', yah aku sudah hafal, Wak!" ujarku setengah terkekeh.
"Tapi kalian semua salah! Surat tanah itu bukan atas nama Ibu, tapi atas namaku, atas nama ELLENA AYU ATMADJA!"