Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pemuas Nafsu Kakak Tiri

Pemuas Nafsu Kakak Tiri

gumamnya puas, lalu berlalu begitu saja. Sementara itu, Alya selesai merapikan diri dan berniat keluar. Tapi begitu gagang pintu ia tarik, pintunya tak bergerak. Ia mencoba lagi, lebih keras. “Kok… nggak bisa?” bisiknya panik. Tangannya mulai gemetar. Ia mengguncang pintu keras-keras. “Eh! Di luar ada orang nggak? Tolong! Kok kekunci sih?!” teriaknya panik, sambil menghantam-hantam pintu dengan kedua tangannya.
10115.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai ya ampun pintu terkunci lagi
Baca
+Pustaka
Tumbal Pernikahan

Tumbal Pernikahan

lontar Amanda masih di tempat, sebuah kursi kecil di ruangan itu, tempat Amanda biasa belajar. "Ya, bisa aja, pintunya nggak dikunci. Lagipula aku suami kamu, bukan orang asing," sahutnya masih memejamkan mata, mengubah posisi menjadi tengkurap dan menikmati aroma parfum milik Amanda yang telah menyatu dengan tempat tidur. Amanda diam, menghela napas pelan dan mulai beranjak dari tempatnya. Melangkah menuju pintu, tetapi terhenti ketika Angga mengatakan telah mengunci pintu utama.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai ya ampun pintu terkunci lagi
Baca
+Pustaka
KAIN PENGLARIS

KAIN PENGLARIS

Di Dalam Rumah Gelap Begitu mereka masuk, pintu rumah tertutup dengan gedebuk keras, membuat Arini menjerit. Pak Jaya mencoba membuka pintu, namun pintu itu tidak bergerak sama sekali. Bahkan tidak bergoyang. “A-apa ini…? Bu Aminah… pintunya terkunci!” Aminah berdiri tegak, tanpa menoleh. “Memang begitu. Begitu kita masuk, rumah ini akan menentukan siapa yang boleh keluar.” Arini memeluk tubuhnya, gemetar. “Bu… kita bisa keluar kan? Kita bisa… kan?”
6671 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai ya ampun pintu terkunci lagi
Baca
+Pustaka
Mantan Ketua Bayangan : Kembali Beraksi Demi Anak

Mantan Ketua Bayangan : Kembali Beraksi Demi Anak

Suara pintu digedor membuat Amanda dan yang lain di villa tersentak kaget. Semuanya langsung berkeringat dingin, menanti apa yang akan dilakukan Gally untuk menutupi penyamarannya. Pintu terdengar terbuka, disertai suara Gally, “Oh, maaf, aku nggak sengaja mengunci pintu. Ada apa, Kawan?”
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai ya ampun pintu terkunci lagi
Baca
+Pustaka
Transaksi Manis dengan Dokter Dingin

Transaksi Manis dengan Dokter Dingin

Tanpa memedulikan rasa sakitnya, Amara bergegas bangkit dan berlari menuju pintu. Sayangnya, Amara terlambat satu langkah. Di depan matanya sendiri, pintu ruang peralatan tertutup rapat, disusul suara pintu yang dikunci. "Baik-baik di dalam sana. Soal kapan kamu bakal dikeluarin …." Yoga sengaja menggantung kalimatnya sambil mengangkat bahu. "Aku juga nggak tahu."
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai ya ampun pintu terkunci lagi
Baca
+Pustaka
Desahan di Kamar Adikku

Desahan di Kamar Adikku

Itupun rasanya keasinan karena Ayu terlalu banyak menaburkan garam. "Yu, aku mau tidur disini, ya?" tanya Amar seraya mengetuk pintu kamar Ayu. Namun, beberapa kali ia mengetuk, tak ada jawaban dari dalam. "Masa Ayu udah tidur, sih?" tanyanya sembari melihat jam dinding untuk memastikan bahwa saat itu belum terlalu larut malam. "Yu! Buka pintunya!" ucap Amar sedikit berterima karena menyadari bahwa pintu itu dikunci dari dalam. la tahu sebab saat ia mencoba membuka pintu itu, rupanya tidak bisa.
17.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 714 kali sebagai ya ampun pintu terkunci lagi
Baca
+Pustaka
Permainan Antara Aku dan Sang Pewaris

Permainan Antara Aku dan Sang Pewaris

Sepertinya memang lebih baik dia menjauhi lelaki itu. Amanda merogoh tasnya untuk menemukan kunci sesampainya di depan pintu apartemen, tapi ia terkejut setengah mati saat dia mendapati pintu apartemennya tidak dikunci. Ia masuk dengan hati hati untuk mengecek ke dalam. "Mama?!"
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai ya ampun pintu terkunci lagi
Baca
+Pustaka
Mainan Malam Sang Miliarder

Mainan Malam Sang Miliarder

Pintu itu terkunci. Tok. Tok. "Yara." Sunyi. Dia mengetuk lagi, lebih keras. "Yara, buka pintunya." Tidak ada jawaban. Nathan mendecak. Ponselnya keluar dari saku, cepat-cepat ia kirim pesan. [Nathan: Buka pintunya, atau aku dobrak.]
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai ya ampun pintu terkunci lagi
Baca
+Pustaka
After Akad

After Akad

Sesampainya di depan pintu Apartemen Gempa hanya diam karena dia lupa pin nya. "Kenapa diem?" Heran Anaya. "Cepet buka. Gue lupa pin,". Perintahnya datar. Cup Anaya mengecup sekilas bibir suami bayinya itu. "Pin nya kan tanggal lahir lo,". Ucap Anaya dan mulai mengetahui pin itu untuk membuka pintu. Saking kesalnya melihat Anaya mengobrol dengan Dito sampai sampai dia lupa jika pin apartemen nya adalah tanggal lahir dia sendiri.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai ya ampun pintu terkunci lagi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status