Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Pilihan Sang Pewaris

Wanita Pilihan Sang Pewaris

ucap Barry seraya menyerahkan pena dan buku catatan kecil miliknya ke Vanya. Vanya tersenyum karena Barry mengetahui maksudnya, dia lalu mengambil pena dan buku catatan kecil yang diserahkan oleh Barry. “Wah cantik sekali pena ini,” ucap Vanya. Vanya terpesona dengan desain dari pena yang diberikan oleh Barry. Pena berwarna silver dengan tulisan Aurora di bagian tengahnya. Membuat Barry tersenyum ketika mendengar itu.
1025.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 997 kali sebagai nama pena adalah
Baca
+Pustaka
Memilihmu di Kesempatan Kedua

Memilihmu di Kesempatan Kedua

Di bawah pena terselip kartu kecil bertuliskan tangan: 'Untuk pria yang terlalu sering mengoreksi jawabanku. Mulai sekarang pakai pena yang bagus saat menyalahkanku. — Anin' Arkana membaca kartu itu dua kali. Lalu menatap pena tersebut. Benda itu mahal, elegan, dan Arkana dapat merasakan kalau pena itu dipilih dengan perhatian. Ia seharusnya merasa terganggu. Seharusnya mengembalikannya besok. Namun anehnya, sudut bibirnya justru bergerak tipis.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai nama pena adalah
Baca
+Pustaka
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

Titik—yang kini menjelma seperti matahari—memuntahkan denyut cahaya, dan dari dalamnya, para penulis bayangan berhamburan, masing-masing membawa ambisi yang sama: menulis kalimat kedua. --- Rynor: Antara Pedang dan Pena Pedang di tangan Rynor bukan lagi sekadar senjata. Ia kini melihatnya sebagai pena yang kasar, satu-satunya alat yang bisa menorehkan garis di tengah halaman semesta. Namun semakin ia tebas, semakin banyak tangan yang tumbuh, semakin banyak wajah-wajah tanpa identitas yang merangkak keluar.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai nama pena adalah
Baca
+Pustaka
Kukembalikan Suami Benalu pada Ibunya

Kukembalikan Suami Benalu pada Ibunya

Tak lama, ia mengeluarkan sebuah pena logam berwarna gelap dan menyelipkannya di saku kemeja bagian atas Nino. “Aku nggak bisa jelasin sekarang, ini urgent. Tapi yang jelas …,” ucapnya, menggantung, sembari memastikan posisi pena itu menancap tepat di bagian tengah dada Nino. Jari-jarinya menepuk lembut saku itu seolah memberi penegasan. “Untuk apa ini, Mbak?” tanya Nino dengan suara lebih rendah. Ia menunduk menatap pena tersebut, jelas tak mengerti.
1010.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai nama pena adalah
Baca
+Pustaka
Berbagi Apartemen dengan Ketua BEM

Berbagi Apartemen dengan Ketua BEM

ujar Kaila karena melihat Angkasa menulisnya dengan ‘penyewa’. “Itu udah gue tulis dari kemarin, gue gak tau kalo nama lo Kaila,” balas Angkasa acuh tak acuh. “Gimana?” tanyanya. “Pinjem pena.” Kaila membuka tangannya dan meminjam pena pada Angkasa padahal Angkasa juga tidak sedang memegang pena. “Ada di kamar gue,” balas Angkasa. “Ya ambil,” balas Kaila tidak mau kalah. Dia sebenarnya punya pena di dalam kopernya, tapi terlalu malas untuk membuka kopernya dan hanya mencari satu buah pena.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai nama pena adalah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status