Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Please, Uncle Jangan Nakal!

Please, Uncle Jangan Nakal!

Tatapannya dipenuhi dengan kilat jenaka sekaligus sinisme yang kentara. Dengan nada mengejek yang sangat kentara dan sudut bibir yang melengkung sinis, Felix bergumam, “Oh, drama apa lagi ini? Kalina, kau benar-benar punya radar penciuman seperti agen rahasia jika menyangkut perpindahan tempat tinggal Damian. Bagaimana bisa kau selalu mendarat di tempat yang salah pada waktu yang salah?”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai nangis kejer artinya
Baca
+Pustaka
GEMA JATI

GEMA JATI

Kalau saja tidak ada para orang tua, hanya ada Jiwa saja, dia bisa melepaskan formalitas dan bicara lebih leluasa. Manalagi pertanyaan Jiwa ambigu; bermakna ganda antara Jiwa bertanya karena benar-benar tidak tahu atau sekadar jebakan. Jiwa tidak bertanya ‘Jati ke mana’, melainkan menggunakan kata ‘kalian’. Itu murni pertanyaan yang sekaligus senjata. Di sisi lain, ayah Jati, Adipati Ginggana, dan Geruh hanya menonton. Ekspresi tenang ketiganya berbanding terbalik dengan Lantrik yang kebingungan.
412 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai nangis kejer artinya
Baca
+Pustaka
Istri Nakal Mas Petani

Istri Nakal Mas Petani

"Mas sayang kalian, Jeng." To be continued
10820.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32.8K kali sebagai nangis kejer artinya
Tampilkan Ulasan (334)
Baca
+Pustaka
evvimn
entah berapa ratus ribu rupiah yang saya habiskan untuk membeli koin untuk membaca buku ini... Tapi semua itu worthed, bukunya bagus banget... saya bisa nangis, tertawa, senyum senyum sendiri ketika membaca buku ini....
Maxime & Reina 🩵
Aku baca bulan september 2024. Gak sengaja baca ternyata se keren itu, semenyentuh itu, sosok wira dan sulis bner bner luar biasa. Makasih kak atas karya nya.. Semoga ngga hilang kalo mau baca lagi.. 🩵🩵............
Baca Semua Ulasan
Nafkah Batin Basi

Nafkah Batin Basi

Nilam menyerahkan sepotong kain berwarna merah. “Ini namanya ‘UIS GARA’. Kain tradisional masyarakat Karo, Nakku. Anggap ini sebagai pengikat ‘TENDI’. Artinya, ‘tendindu’ sudah kuikat, ya, Nakku.” “Amel enggak paham. Apa maksudnya?” tanya Amelia kebingungan.
10100.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai nangis kejer artinya
Baca
+Pustaka
Renjana dan Nestapa

Renjana dan Nestapa

Kasih sayang yang ia biaskan dengan kebohongan dan dosa. Suara pintu terbuka bak penolong bagi Santi. Sang ibu datang dengan menenteng rantang sarapan. “Kang, fokus aja sama kesehatan Akang. Emangnya kalau si Neng cerita kerjaan dia sebagai artis ngapain aja, Akan teh bakalan ngerti? Sudahlah, Kang. Kita tuh harusnya ngedukung si Neng, nyambut dia pulang dengan gembira. Kalau perlu, bawa si Neng keliling kampung biar orang-orang tahu anak kita bisa sukses tanpa harus ke luar negeri. Ini mah malah ngalumbuk (rebahan) di rumah sakit,” satir Lilis. Kata-katanya terhantar tajam menukik di hati.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai nangis kejer artinya
Baca
+Pustaka
NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

“Gue yang akan antar Boram pulang!!!” Boram mengerjapkan mata. Arbian berdecak, “Kamu tuh seharusnya jam segini ada di rumah, belajar buat ulangan besok, minum susu cokelat terus tidur. Bukannya malah keluyuran. Apalagi nggak usah sok-sok mau ngantar Neng pulang.” “Neng? Om ini siapa sih? Jangan asal bawa Boram pergi ya. Hadapain dulu gue di sini kalau berani?!!” Samudra mengapalkan tangannya. Siap tempur.
9.88.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai nangis kejer artinya
Baca
+Pustaka
TANGISAN DIBALIK JERUJI BESI

TANGISAN DIBALIK JERUJI BESI

pintanya dengan nada lembut. Saat Heru hendak menjawab, Ratna segera menyela, "Nggak bisa! Rumah sakit itu bukanlah tempat yang aman untuk Nayla, dia bisa saja sakit kalau sampai masuk ke dalam rumah sakit." ujarnya sambil mengepal tinju di samping tubuhnya. Ratna menggandeng tangan suaminya, "Ayo, Mas! Kita pulang."
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai nangis kejer artinya
Baca
+Pustaka
Gara-gara Selembar 50 Ribu

Gara-gara Selembar 50 Ribu

Mereka mendengarkan ceramah yang sama sekali tidak menarik itu. Apalagi Nisa. Hatinya perih mendengar seorang ulama menggunakan kata *nj*ng untuk mengungkapkan kekesalannya. 'Ulama kok begitu.' batin Nisa tidak suka, sementara orang di sekitarnya tertawa terbahak - bahak karena menganggapnya lucu. Di tempat penuh sesak itu ada yang masih mencari kesempatan untuk menjemput rezeki.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai nangis kejer artinya
Baca
+Pustaka
SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH

SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH

Samudra yang melihat interaksi istri dan anak-anaknya, tersenyum sebelum mendekaatkan wajah ke dekat telinga Mentari. “Kalau sama Papa, Bunda kangen, nggak?” bisiknya nakal. Menciptakan semburat baru di wajah itu. “Kalau Papa kangennnnnn banget. Ingat, ya, huruf N-nya ada dua puluh tujuh, seperti kata selegram itu, artinya kangennya pake banget-banget. Bukan hanya kangen aja. Kebayang kan, sebanyak apa kangen, ya?”
9.81.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40.2K kali sebagai nangis kejer artinya
Tampilkan Ulasan (184)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, Dan ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Osky Agistaragia
mba thor, kenapa koq sekarang ini cuma 1 bab sehari?! Biasanya 2 bab sehari? itupun buat kita2 masih kurang...koq ini malah dikurangi jadi 1 bab.. Tolong di tambah deh mba thor..... Mohon bisa dipertimbangkan usulan n permintaan para pembaca n penggemar mba thor...agar bisa diterima dan terealisasi
Baca Semua Ulasan
HYANG YUDA

HYANG YUDA

“Pesta makan besar? Maksudnya memakan banyak manusia?” Hyang Tarangga menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Hyang Amarabhawana. “Jika memang benar begitu, kenapa Hyang Yuda mengirim Nagendra ini kemari dan bukannya ke Kunjara(3)?” tanya Hyang Byomanthara dengan wajah heran. (3)Kunjara dalam bahasa sansekerta berarti Penjara. Hyang Tarangga hendak menjawab namun dengan cepat disela oleh Hyang Marana yang tersenyum senang melihat Nagendra dalam Sangkar Kausala milik Hyang Yuda.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai nangis kejer artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status