Bos Arogan itu Mantan Pacarku
“Lapar? Bukannya kamu sudah makan bubur ayam? Porsi kita sama lo, semangkuk bubur ayam.”
Aku memang meminta porsi lebih seperti milik Haikal, berharap perut ini bisa kenyang seperti saat aku memakan nasi. Ya, beginilah Vivian, kalau belum makan nasi, perut rasanya masih kosong, bahkan setelah bubur ayam ukuran jumbo itu sudah bersarang dalam lambungku.
“Kan belum makan nasi.”
Aku meringis, malu sendiri dengan kebiasaanku. Jika orang lain bisa mendapatkan sensasi kenyang dari macam karbohidrat lainnya seperti ubi, jagung, gandum dan lain, tidak denganku, harus nasi.
Sikat na Kabanata