Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SEQUOIA

SEQUOIA

Nihil, kalo Joi bilang tidak ya tidak. Senyum Baskara terbentuk indah, sempat dipuji Joi dalam hati. Ya ... kalau tentang ketampanan sih Joi tak dapat menyangkal. "Ayo masuk!" Beda dari biasanya, Baskara tidak lagi menyeret Joi seperti yang lalu. Kini ia mengimbangi jalan cewek itu, sehingga terlihat alami. Padahal Joita sedang menahan umpatan sekarang, karena Baskara mengapitnya tepat di ketek. Tidak bau, harum malah. Sayang, Joi tidak menyukai aromanya, dapat ia tebak bahwa Baskara memakai aroma citrus. Ya, citrus, parfum yang kata orang segar karena beraroma jeruk. Tapi, lain lagi untuk Joi. "Selera parfum lo aneh!"
7.52.9K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as nc
Read
+Library
Exit

Exit

kataku, menanggapi jokes Laura. Laura tertawa pelan, raut wajahnya mulai kembali normal tidak sesuram tadi, tidak semurung tadi ketika di toilet—apa karena bau toilet mempengaruhi gadis kebule-bulean di sampingku ini, ya. Sepertinya bercanda seperti tadi membuat perasaan anak itu sedikit membaik, dari pada hanya diam dan menduduk saja, rasanya leherku yang malah merasakan pegal, Laura tidak sama sekali keberatan. Sebuah buku bersampul seperti wahana bianglala, tapi yang ini hanya lingkaran yang digabung dengan segitiga sebagai kakinya, ada empat bentuk seperti itu dengan seorang gambar pria mengitari setiap bentuk, sampulnya berwarna kuning dengan judul berbahasa Inggris yang tidak bisa kuin
102.7K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as nc
Read
+Library
UNPLACED

UNPLACED

“Ini artinya lo bisa ikut proses selanjutnya.” Vika mengangkat kedua tangannya sejajar bahu lalu menggoyang-goyangkan gelambir di bawah ketiak. “Dengan lengan kayak gini.” Vika mengangkat ujung bagian bawah kaosnya lalu menggembungkan perut. “Aduuuh, it’s normal. Model aja kalau lagi pemotretan harus tahan napas.” Vika tidak mau kalah. Dia mengembang-kempiskan lubang hidung jambunya. “Ada model yang begini?”
103.0K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as nc
Read
+Library
Criana

Criana

Aku menaruh tas di mejaku, mengeluarkan laptop lalu menghidupkannya. Aku mengecek beberapa file, mengeditnya satu persatu. Sedang di meja seberang terdengar Nadia sedang bersenandung ria. Aku merasa sangat terganggu. “Berisik banget sih Nad, aku mau konsentrasi nih,” gerutuku. “Eh maaf, akau happy banget nih hari ini." Dia tersenyum-senyum sendiri. “Memangnya ada apa sih, kamu menang lotre?” tanyaku.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as nc
Read
+Library
Sadena

Sadena

Membuat Sadena mengernyit seketika. Dia kelihatan berbeda. Lebih agresif. "Lo darimana aja sih?" Marsha melepas pelukan. "Amerika dong. Papa aku punya bisnis kafe di sana." Pertemuan kedua terasa begitu menyenangkan. Sederhana. Hingga lambat laun kedekatan mereka menimbulkan sebuah perasaan lain. Suka. Ya, Sadena menyukai Marsha, begitu pun Marsha pada Sadena.
1011.8K viewsCompletedAdded to Library 449 Times as nc
Read
+Library
Dia

Dia

Niat hati ingin mampir ke supermarket untuk membeli bahan masakan sebelum dirinya menuju apartemen Ken, yang ada malah dirinya terjebak sendirian di sini. Lea mengeratkan genggamannya pada kantung belanjaan yang berlogo salah satu super market besar. Gadis dengan rambut di kuncir setengah itu menggigit bibirnya sambil menunduk. Dingin. Dia sudah mencoba menghubungi Ken, tapi ponselnya tidak aktif. Terang saja, tadi sebelum Lea pergi ke supermarket Ken sudah bilang bahwa dia ingin tidur dan ponselnya sedang lowbat yang mana saat ini pasti sudah mati. Ugh, bisa Lea bayangkan Ken yang sedang bergulung di balik selimut tebal dengan
102.8K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as nc
Read
+Library
Alice

Alice

jawab Alice. "Oh ya El, sembako di bascame kapan di bagikan?" tanya Nia. "Nanti malem, tapi di desa seberang," ujar Alice santai namun membuat mereka membolakkan matanya. Bagaimana tidak kaget, di desa seberang lumayan jauh dan banyak berandal-berandal yang ugal-ugalan. "Yakin lo?" tanya Gatha ragu. Alice menganguk mantap. "Sekaligus gue mau cari penerus Angle Wing!"
105.9K viewsOn holdAdded to Library 200 Times as nc
Read
+Library
Alva

Alva

tanya Naisa ke diri sendiri sambil meneliti setiap inci bagian dari gedung besar itu dengan sedetail mungkin. Tapi..tunggu-tunggul! Mata Naisa membulat sebulat sebesar biji jengkol. la menajamkan penglihatannya, menyipitkan mata kearah orang yang barusan keluar dari gerbang kampus itu dengan meloncati pagarnya yang tinggi. Seorang cowok tinggi berjaket, dengan tas yang di gendong sebelah kanan,melangkah tenang keluar kampus setelah barusan lompat pagar.
9.82.2K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as nc
Read
+Library
CINTA

CINTA

Ucap Veno dengan wajah panik. " Bara kak … bukan Gara...naruto kali Gara " Vinia membenarkan ucapan Veno. "Terserah… sekarang kita cari Leysa " ucap Veno. "Tapi kak … " ucap Vinia menggantung. "Apa ? "Geram Veno. "Bisa gak … kak Veno antar Vinia pulang dulu… perut Vinia sakit kak… biasa kak " ucap Vinia menampilkan deretan giginya.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 140 Times as nc
Read
+Library
Anara

Anara

Setengah hatinya kini merasa aman, dan setengahnya lagi merasa nyaman. Siang yang sangat panjang, bagi Anara. Menunggu pesan dari nomor tak dikenal, yang akan memberitahu waktunya dia meletakkan tas itu di taman. Ddrrrttt Ponselnya berbunyi, kali ini Bara yang membuka dan membaca pesan itu. [Jam lima sore, ditaman. Masukkan kedalam tempat sampah di sebelah timur, dekat pohon akasia. Jangan terlambat dan datang sendiri!”
9.92.9K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as nc
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status