Suami Egois
“Tabarruj, berlebihan, bersolek di depan bukan mahrom demi mencari perhatian. Iya, Suci memang seperti itu, tapi dia tetap adik Ning, Mas. Adik ipar Mas juga, perlu Mas ketahui dalam islam ipar itu maut.”
“Tunggu-tunggu, kok jadi kamu yang ceramahin saya, Ning.” Aku tidak suka model perempuan sok pintar seperti ini. Apa Ning yang pintar agama ini tidak tahu derajad laki-laki lebih tinggi daripada perempuan? Nabi dan Rasul saja semuanya laki-laki.
“Mas bertanya, saya hanya menjawab.”
“Tapi Suci adik kamu sendiri, Ning, walau bagaiama—”
Hot Chapters