NODA
Ya, Luna masih menjadi kelemahannya.
"Papa pamit, ya, Nye. Nizam. Opa pulang, ya. Anak manis," pamit Papa menoel dan mencium pipi Nizam yang berada di gendongan Dokter Megan.
"Nye, Mama pamit, ya. Nizam anak yang manis, kalian berhak untuk bahagia," ucap Mama seraya melirik ke arah Dokter Megan dan tersenyum entah.
"Iya, Ma. Anye harap, Mas Bian dan Luna bisa segera mendapatkan momongan seperti Nizam," ucapku memberi doa. Agar Mas Bian lupa dan tidak lagi sibuk mengganggu Nizam dan aku tentunya.
Sikat na Kabanata