Bukan Budak Nafsu Majikan
”Jauh sebelum kamu ke sini, aku hanya menahan rindu, dan pahitnya kenyataan. Saat kisah Cinderella mampu membuatku yakin, jika cinta seperti itu hanya ada di dalam dongeng, aku mampu mulai mengikhlaskan kamu. Tuan Hamiz, bukan inginku begini. Hanya saja hatiku terlanjur lara, kala mengetahui kamu sudah berbagi sandar. Aku tau, akulah yang memasuki kehidupan kalian berdua, akan tetapi, tidak bisakah menunggu? Aku ini pencemburu, namun apa kamu tau, Tuan, saat cemburu namun bukan pada tempatnya meski kamu suamiku?”
Sikat na Kabanata