Dear, Pak Dokter
Pakaian yang tadinya melekat pada tubuh mereka, sekarang berserakan di kaki sofa entah sejak kapan.
Dan di detik ketika puncak rasa sakit itu tiba, Reanna mulai tersadar akan perasaannya. Setitik air mata mengalir dari mata indahnya. Perasaan yang ia miliki nyatanya bukan sekadar rasa kasihan pada Nathan, perasaan itu lebih dalam dari yang ia kira.
Ia ... mencintai dokter itu, mencintai duda beranak satu, Nathanael Adams.