Gadis Desa di Antara Pria Perkasa
Mbak Sri hanya terdiam, membiarkan sentuhan itu menyalurkan sedikit rasa tenang ke tubuhnya yang lelah.
Perlahan, Dimas memiringkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya ke sisi leher Mbak Sri. Di antara sisa hembusan angin malam, ia menghirup wangi lembut sabun mandi yang terbayang murni dari kulit leher wanita itu.
Dengan nada lembut dan dalam, Dimas berbisik pas di samping telinga Mbak Sri.
"Mbak Sri jangan dengarkan ucapan si Teguh... Di mata Dimas, Mbak Sri itu wanita paling bersih dan berharga."